Unit III Tipidter Sat Reskrim Polresta Banda Aceh Lakukan Operasi Pasar

0

www.tribratanewsrestabandaaceh.com – Unit III Tipidter Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melakukan operasi pasar dan pengecekan harga sembako di sejumlah pasar yang ada di kota Banda Aceh, Kamis (22/11/2018) pagi tadi.

Dalam operasi ini, petugas menyasar ke sejumlah toko makanan dan pasar yang menjual bahan pokok. Sejumlah tempat yang dikunjungi seperti Pasar Peunayong, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh dan Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

“Tujuannya adalah untuk mengecek harga bahan pokok di pasar,” ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Taufiq.

Seperti beras misalnya. Harga beras premium di pasaran untuk ukuran 15 kilogram berkisar antara Rp 140 ribu hingga Rp Rp 175 ribu dengan jenis atau merek berbeda. Untuk beras premium ini sendiri, saat ini mengalami kenaikan dari Rp 11 ribu menjadi Rp 11,5 ribu per kilogram.

“Untuk ukuran medium dan super masih stabil, untuk beras kampung naik menjadi Rp 9,6 ribu per kilogram. Sementara gula pasir Rp 11 ribu per kilo, minyak goreng Rp 11 ribu hingga Rp 14 ribu per kilo dan ini masih stabil,” kata Kasat.

Begitu pun dengan harga daging sapi yakni Rp 125 ribu per kilogram dan daging ayam Rp 20 ribu per kilogram. Harga telur ayam, saat ini Rp 1,3 ribu per butirnya. Harga garam pun masih stabil yakni untuk garam yodium seharga Rp 13 ribu per kilogram dan garam kampung Rp 8 ribu per kilogram.

“Harga bahan pokok hasil pertanian seperti tepung stabil Rp 7 ribu per kilo, begitu pun kacang hijau Rp 21 ribu per kilo, kacang kedelai impor seharga Rp 10 ribu per kilo. Kacang kedelai lokal naik menjadi Rp 12 ribu per kilo, mentega curah seharga Rp 25 ribu per kilo dan kacang tanah turun menjadi Rp 24 per kilo,” ungkapnya.

Untuk harga sayur yang naik yakni tomat Rp 12 ribu per kilogram, bawang merah kampung Rp 29 ribu per kilogram dan cabe kering seharga Rp 40 ribu per kilogram. Sementara untuk yang lainnya seperti kentang, bawang merah, kol, bawang putih, cabai merah dan hijau serta rawit stabil bahkan turun.

“Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan ke beberapa pasar dalam rangka inspeksi kesehatan lingkungan keamanan pangan dilakukan bersama dinas terkait seperti Dinas UKM dan Perdagangan, Kesehatan serta BPOM,” katanya.

Kegiatan ini, dilakukan sejak kemarin hingga esok hari di seluruh pasar yang ada di kota Banda Aceh maupun di sebagian wilayah Aceh Besar yang merupakan wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

“Selama ini, belum ditemukan adanya mi yang mengandung formulir di seluruh pasar yang sudah disidak seperti pasar Setui, Peuniti, Rukoh dan Peunayong,” tambah AKP M Taufiq.

Share.

Leave A Reply