Kasat Intelkam wakili Kapolresta Banda Aceh Santuni 61 anak yatim

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Ratusan warga Kemukiman Syeh Abdurrauf Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 15 tahun bencana gempa dan tsunami berdasarkan tahun Islam.

Peringatan zikir dan doa bersama dipusatkan di lapangan bola Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh , Kamis (25/7) dihadiri oleh alim ulama, Muspika serta masyarakat.

Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh, AKP Hyrowo, S.IK didampingi Wakasat Binmas AKP. Kartolo, mewakili Kapolresta Banda Aceh Kombespol Trisno Riyanto, SH menyerahkan Bantuan kepada 61 orang anak yatim yang disaksikan oleh masyarakat kemukiman Syeh Abdurrauf pada saat memperingati bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam, kegiatan tersebut berdasarkan tahun Islam jatuh pada 1414 Zulkaidah dan saat ini sudah 15 tahun Tsunami melanda Provinsi Aceh.

Berdasarkan tahun Islam, bencana dahsyat yang memakan korban 170.000 jiwa dan begitu banyak bangunan yang rusak ketika bencana alam tersebut melanda Aceh terutama Kota Banda Aceh.

Menurut Kapolresta Banda Aceh, Kombespol Trisno Riyanto,SH ” kegiatan seperti ini sangat bagus dilaksanakan setiap tahun, mengingat sangat banyak uluran tangan yang dibutuhkan oleh anak yatim”.

Peringatan hari tsunami tersebut juga diadakannya tausyiah yang disampaikan Tgk. H Muksalmina bin Abu Abdul Wahab Seulimum yang merupakan Pimpinan Dayah Ruhul Fatayat dan juga Wakil Ketua MPU Aceh Besar.

Ia mengatakan bahwa kegiatan itu untuk mengenang peristiwa dahsyat yang memakan korban ratusan ribu jiwa.

“Bencana tsunami merupakan peringatan bagi kita semua untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Oleh karena itu, marilah kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt,” kata Tgk H Muksalmina bin Abu Abdul Wahab Seulimum.

Dari bencana itu, lanjut dia, ambillah hikmatnya. Sebab, di balik bencana akan ada nikmat yang diberikan Allah Swt. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi kekuatan Allah Swt.

“Harus diingat, harta yang kita kumpulkan bertahun-tahun, musnah dalam hitungan detik ketika tsunami. Begitu juga bangunan kuat yang kita bangun, tidak ada apa-apanya saat tsunami datang,” kata Tgk Muksalmina.

Usai penyampaian tausyiah, peringatan 15 tahun tsunami dilanjutkan penyerahan Santunan kepada para anak yatim di kemukiman Syeh Abdurrauf.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *