INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

PELAKU PEMBUNUHAN DI SURIEN DITANGKAP TIM GABUNGAN POLRESTA BANDA ACEH

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Warga Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Senin (12/8/2019) dihebohkan adanya penemuan Mayat seorang pemuda yang diperkirakan berumur 17 tahun. Mayat itu ditemukan di pintu air waduk sanitasi dan irigasi Krueng Neng, Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Informasi yang diperoleh tribratanewsrestabandaaceh.com, mayat Mr X yang mengenakan baju merah dan celana hitam tersebut ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB, oleh dua pemancing yang sedang memancing ikan di waduk tersebut.

Warga masyarakat yang mendapatkan kabar dari pemancing ikan tentang adanya penemuan mayat dalam posisi telungkup tersebut, serentak menuju ke lokasi guna memastikan korban apakah warga setempat atau ada yang mengenalinya.

Namun sangat di sayangkan, para pemancing ikan itu pun langsung berlalu meninggalkan lokasi setelah menyampaikan penemuan mayat tersebut kepada warga, sehingga warga masyarakat tidak mengetahui identitas awal dua pemancing sebagai penemu pertama.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Ulee Lheue, AKP Ismail SH kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, sejauh ini belum diketahui identitas mayat tersebut. Karena, tidak mungkin lagi dibiarkan berada lama di lokasi penemuan, maka jasadnya dievakuasi terlebih dahulu ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.

“Kita belum dapat mengidentifikasi mayat, baik dari identitasnya, maupun warga mana,” kata AKP Ismail, SH.

Ia pun menjelaskan sejumlah warga sekitar dan warga tetangga, seperti dari Gampong Lamjabat, Asoenanggroe dan Surien juga diminta melihat mayat dan sudah mengamati langsung wajah mayat tersebut. Tapi tak ada seorang pun yang mengenali.

Sejauh ini secara kasat mata, lanjut Kapolsek Ulee Lheue ini juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tapi, ungkap AKP Ismail, petugas sedang membawa jenazah ke kamar mayat RSUZA untuk dilakukan tindakan medis, apakah terdapat tanda kekerasan atau tidak, dengan tujuan untuk mengetahui lebih detail apakah ada tanda-tanda kekerasan yang dialami sebelum meninggal dunia.

Sesampai di Rumah sakit, pihak kepolisian kembali melakukan Visum Et Refertum terhadap korban dan ditemukan luka dibagian tubuh korban, sehingga pihak kepolisian Polresta Banda Aceh membetuk tim penyelidikan terhadap kasus yang terjadi, setelah ditelusuri oleh pihak Sat Reskrim Polresta Banda Aceh terhadap saksi saksi dilapangan, didapatkan identitas korban bernama Aris Ananda, (16), warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

Korban Aris Ananda, ditemukan dalam kondisi terapung di sungai dengan posisi terlungkup dengan memakai celana panjang warna hitam baju warna merah, pada saat tersebut, saksi yang mengetahui adanya mayat yang mengapung, melaporkan kepada masyarakat Gampong Surien, dan selanjutnya warga masyarakat berduyun duyun menuju ke lokasi penemuan mayat. Selanjutnya warga masyarakat melaporkan kepihak Kepolisian Polsek Ulee Lheue dan Polresta Banda Aceh.

Setiba dilokasi, Pihak Kepolisian langsung memasang garis Police Line guna tidak ada warga lainnya yang mendekati TKP agar tidak rusak dan hilangnya barang bukti. Korban diperkirakan sudah meninggal beberapa jam dibuktikan dengan kondisi kaki dan tangan sudah memucat dan kaku.

Keesokan harinya , tim tribratanewsrestabandaaceh.com, kembali melakukan konfirmasi dengan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH , dan mengatakan ” Setelah dilakukan penyelidikan , olah TKP dan pemeriksaan para saksi, Personel Gabungan Polresta Banda Aceh terdiri dari Personel Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Intelijen Keamanan diback Up oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil membekuk para pelaku penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, diantaranya SS Alias Bulek (17), warga Desa Tanjong Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Setelah terduga pelaku an. SS Alias Bulek tertangkap, kemudian diperoleh informasi tentang pelaku pelaku lain yang melakukan Penganiayaan terhadap Korban di dapatkan kembali AH (17), warga Desa Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, K Alias Vijay (18), warga Desa Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, MI, (16) warga Desa Lamgaboh,Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, M, (16) warga Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, MH, (15) Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. R (15) tahun, Warga Ajuen Jeumpet, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar “.

” Lima pelaku diantaranya MI, SS, AR, M, MH di persangkakan adalah Pasal 80 ayat (1),(2), UU RI No 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 170 KUHP Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang SPPA dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara, ” Lanjut Kapolresta.

Sementara itu , pelaku R alias Wak yang melakukan penganiayaan sehingga menghilangkan nyawa orang lain dipersangkakan pasal 80 ayat (3) UU RI No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak Jo UU RI No. 11 tahun 2012 tentang SPPA , dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara”. Tambah Trisno

Lanjut Kapolresta Banda Aceh, untuk pelaku K alias Vijay yang sudah dewasa, melanggar Pasal 80 ayat (1), (2), UU RI No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak Jo Pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

Pihak Kepolisian berhasil menyita barang bukti atas kejadian tersebut, diantaranya 1 (satu) buah sendal jepit merk swalow, 1 (satu) Unit HP Xiaomi warna putih, 1 (satu) buah mancis warna hijau, 1 (satu ) helai Baju kemeja warna merah, 1 (satu) helai celana hitam , 1 (satu) buah tali pinggang dan 1 (satu) buah obeng warna hitam sebagai alat untuk menusuk korban.

Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan 3 (tiga) unit sepeda motor milik para pelaku diantaranya Yamaha Jupiter MX Warna Hitam Nomor Polisi BL 6560 JO, Honda Beat warna Putih Nomor Polisi BL 4654 AB dan Honda CBR warna Merah BL 4286 LAV.

Hilangnya korban sesuai dengan Laporan Polisi LP-B / 367 / VIII / YAN. 2.5 / 2019 / SPKT / Resta BNA, tanggal 12 Agustus 2019 yang dilaporkan oleh orang tua korban Idris Ali (42) warga Jalan Blang Perlak Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, ungkap Trisno Riyanto.

“Pelaku menginjak kepala dan bahu korban di dalam waduk”

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto, SH dalam Konfrensi Pers di Indoor Polresta Banda Aceh, Rabu (14/8/2019) menceritakan Berawal dari salah faham antara tersangka MI Alias Sibat dengan saksi Bobi, selanjutnya hari Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 21.30 wib tersangka MI Alias Sibat memerintahkan tersangka MH dan saksi Bintang untuk menjemput saksi Bobi beserta korban Aris Ananda dan membawanya ke taman waduk Krueng Neng, Desa Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Sesampainya saksi Bobi dan korban Aris Ananda di taman waduk Krueng Neng, selanjutnya pelaku MI alias Sibat langsung melakukan penganiayaan terhadap saksi Bobi dengan dibantu oleh 3 (tiga) orang pelaku lainnya, adapun ketiga pelaku masing- masing AA alias Si Cek, SS alias Bule dan K alias Vijay.

Setelah melakukan penganiayaan terhadap saksi Bobi, tambah Kapolresta, selanjutnya pelaku MI Alias Sibat juga melakukan penganiayaan terhadap korban Aris Ananda dengan cara menendang dan memukul kepala korban. Kemudian ke 4 (empat) orang pelaku lainnya masing- masing AA alias Si Cek , SS alias Bule ,MH dan M secara bergantian melakukan penganiayaan terhadap korban Aris Ananda, ketika penganiayaan tersebut terjadi, korban Aris Ananda tidak melakukan perlawanan.

Selanjutnya ketika saksi Bobi dan korban Aris Ananda berniat pergi meninggalkan
taman waduk menggunakan sepeda motor yamaha Jupiter milik saksi Bobi, kemudian mereka dikejar oleh 4 (empat) orang pelaku masing-masing R Alias Wak dan pelaku
M menggunakan sepeda motor Honda CBR warna Merah, serta pelaku K alias Vijay dan Pelaku SS alias Bule menggunakan sepeda motor Honda Beat warna Putih, dan dari taman waduk saksi Bobi dan korban Aris Ananda mengarahkan sepeda motor kearah jalan waduk arah ke Desa Surien, dan sesampainya di jalan dekat pintu air korban belok kiri namun pada saat belok korban Aris Ananda terjatuh dari atas sepeda motor, sedangkan saksi Bobi terus tancap gas meninggalkan korban Aris Ananda ditempat kejadian, ungkap Trisno.

Setelah terjatuh dari sepeda motor, lalu korban Aris Ananda berlari kearah saluran air waduk dan korban Aris Ananda, masuk kedalam saluran dan bersembunyi didalam saluran air tersebut, selanjutnya pelaku R Alias Wak dan pelaku M mengejar korban Aris Ananda kearah saluran air, sedangkan Pelaku K alias Vijay dan pelaku SS mengejar saksi Bobi.

Dan ketika pelaku R Alias Wak dan pelaku M mencari keberadaan korban Aris
Ananda di sekitar saluran air dan awalnya mereka tidak berhasil menemukan keberadan korban, karena gelap tidak ada penerang selanjutnya tersangka M menyalakan senter dengan menggunakan handphone milik pelaku R alias Wak.

Beberapa saat kemudian pelaku M kembali mencari korban Aris Ananda dengan menyusuri pinggiran saluran air, dan kemudian pelaku M berhasil menemukan korban Aris Ananda yang pada saat itu sedang bersembunyi merunduk didalam saluran air, kemudian pelaku R alias Wak langsung menghampiri korban Aris Ananda dan pelaku R alias Wak langsung masuk kedalam saluran air dan menginjak kepala serta bahu korban, sehingga tubuh korban tenggelam kedalam air selama lebih kurang 10 (sepuluh) menit, dan sebenarnya korban sempat berusaha melawan namun usaha korban tidak kuat dikarena kondisi korban telah lemas, pungkas Trisno Riyanto.

Selanjutnya pelaku R alias Wak keluar dari saluran sedangkan korban Aris Ananda tenggelam tidak lagi terlihat di permukaan air. Keterangan tersebut berdasarkan keterangan tersangka M yang melihat langsung penganiayaan tersebut.

Selanjutnya pada hari Senin, (12/8/2019) sekitar pukul 11.00 Wib jasad korban ditemukan terapung disaluran air waduk oleh warga yang sedang memancing ikan diarea waduk dan selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolresta Banda Aceh diakhir wawancara mengatakan ” Korban mengalami lembam pada bagian punggung, luka bengkak pada kepala sebelah kanan, luka robek pada pipi sebelah kanan dan sebelah kiri, mulut korban mengeluarkan busa tanda bahwa korban kehabisan oksigen disebabkan paru paru korban dipenuhi air “. 

Share.

Leave A Reply