JATANRAS SAT RESKRIM POLRESTA AMANKAN PELAKU CURAT DI AJUN ACEH BESAR

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Tim Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Banda Aceh dibawah pimpinan Ipda Krisna Nanda Aufa, S.TrK menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan di Desa Ajun, Aceh Besar, Minggu, (17/8/2019).

Tim menciduk tersangka R (19) dirumahnya berdasarkan tindak pidana yang dilakukannya sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LPB/355/VIII/YAN 2.5/2019/SPKT, tanggal 4 Agustus 2019 yang dilaporkan oleh korban Khairunnisak, (42) warga Desa Lagang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Tersangka R, mengambil perhiasan emas berupa cincin dan gelang emas milik korban sewaktu korban bersama suaminya yang sedang melaksanakan istirahat dirumahnya pada hari Sabtu, (3/8/2019) silam.

Sebelum kejadian , korban masih melihat perhiasan miliknya disimpan didalam kamar sebanyak 38 mayam. Kemudian sekitar pukul 20.00 wib, korban bersama suaminya menuju ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Tidak lama di Bandara, korban bersama suaminya kembali kerumah untuk beristirahat.

Disaat terbangun hendak shalat subuh, korban merasa curiga terhadap garasi rumahnya yang pada saat itu dalam kondisi terang, sementara itu lampu tidak dihidupkan.

” Saya merasa curiga pada garasi rumah, karena disaat saya kembali dari Bandara, lampu sudah saya padamkan, dan saya melihat kamar dalam keadaan berantakan, cincin serta gelang emas milik saya telah hilang “, ungkap khairunnisak.

Keesokan harinya, dengan wajah sedih, korban melaporkan pada pihak berwajib, dengan upaya pelaku dan barang miliknya dapat ditemukan oleh Kepolisian.

Setelah menerima laporan dari korban, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP. M.Taufik, SIK melakukan olah TKP bersama tim Jatanras dan mengumpulkan barang bukti sebagai penguat penyelidikan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan ” Saya telah memerintahkan Kasat Reskrim dan Unit Jatanras untuk melakukan pengungkapan terhadap kasus pencurian dengan pemberatan yang dialami oleh korban, ” tegas Trisno.

Perintah dari Kapolresta langsung dikerjakan oleh Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, walaupun mengalami kendala dengan keberadaan tersangka yang berpindah – pindah, namun tidak ada kata surut untuk melakukan penyelidikan kasus yang terjadj di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

” Alhamdulillah tersangka berhasil diamankan pada hari Sabtu, (17/8/2019) dirumah tersangka dengan berbagai barang bukti, untuk modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dengan cara memasuki rumah korban disaat korban sedang tertidur untuk mencuri emas, tersangka diperkarakan pasal 363 KUHP ” papar Trisno Riyanto, SH.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap pelaku R, polisi berhasil mengamankan barang bukti dirumah pelaku berupa Uang Rp15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah), 1 (Satu) unit Handphone merk Vivo, 1 (satu) unit handphone merk Xiaomi, 3 (tiga) buah cincin ukuran 5 mayam, 3 (tiga) buah gelang penang.

HASIL PENYELIDIKAN DAN PENANGKAPAN PELAKU

Dari hasil penangkapan terhadap tersangka R, Ipda Krisna Nanda, S.TrK bersama Tim Jatanras Polresta Banda Aceh kembali menelusuri hasil barang curian yang diambil oleh tersangka dirumah korban dan tersangka mengaku telah menjual cincin bulat dan gelang 30 mayam kepada toko emas melalui perantara dengan identitas KH, warga Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Dari perantara KH tersebut, ianya mengaku telah menjual emas tersebut kepada S , di toko Emas Asia yang tidak jauh dari Mesjid Raya Baiturrahman dengan harga Rp. 60.000.000,-. (enam puluh juta rupiah).

Kemudian, Tim Jatanras Polresta Banda Aceh kembali menelusuri sisa hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka dan ianya telah mengaku menjual cincin model ulir milik korban seharga Rp 9.000.000,- (sembilan juta) ke Toko Emas Cendana di kawasan Lambaro, Aceh Besar yang diterima oleh HR, warga Desa Beurawe, Banda Aceh.

Setelah mengumpulkan hasil dari penjualan emas, tersangka mempergunakan uang untuk membeli 2 (dua) unit Handphone baru dengan merk Vivo dan Xiaomi.

Tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggung jawabkan kejahatan yang ia lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *