INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Subuh Berjamaah, Kapolresta Banda Aceh Ajak Masyarakat Untuk Tidak Mudah Terprovokasi

0

Tribratanewsrestabandaaceh – Hampir setiap Minggu kegiatan safari subuh dilakukan oleh para pecinta dan para pejuang subuh di Kota Banda Aceh. Hal ini terlihat di Masjid Baitul Musyahadah, Desa Geuceu Kayee Jato, Banda Aceh, dipenuhi oleh para Jamaah dan Pejuang Subuh terutama dari Jamaah Arafah, Jamaah tetap Masjid, dan tak kalah pentingnya juga dengan TNI Polri yang rutin melaksanakan subuh berjamaah.

Terpantau oleh tim liputan tribratanewsrestabandaaceh.com, hadir juga di dalam rombongan jamaah subuh mantan Gubernur Aceh, DR. H. Zaini Abdullah, Syeh Dr. Ahmad Taufiq dari Palestina , Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, SIP, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH, Waka Polresta Banda Aceh AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK , Imam Masjid Baitul Musyahadah, para pimpinan BUMN di Banda Aceh dan para pejuang subuh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH memberikan beberapa informasi kepada kepada seluruh jamaah, ” kita jangan mudah terprovokasi, seperti beberapa hari yang lalu, kita kelah memberikan tindakan preventif terhadap masyarakat yang ingin memecah belahkan kita dengan cara menyebarkan sesuatu yang terjadi di Papua, dan disampaikan kepada kita Papua sudah, Aceh Kapan, jadi ini sudah kita lakukan tindakan terhadap pelaku penyebar berita itu”.

” Pada kesempatan ini saya melalui jamaah subuh supaya kita jangan mudah terpovokasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa” tegas Trisno.

“Kita ingat didalam pembukaan undang-undang dasar 1945, bahwa kemerdekaan Indonesia itu Rahmat Allah, kita bersama-sama berusaha untuk tetap mendukung dan menjaga negara ini”, himbau lagi.

Selanjutnya, kata Kapolresta Banda Aceh ini, ” beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh tujuh orang sampai korban meninggal dunia, pelaku tersebut merupakan anak di bawah umur, ini sangat memperihatinkan, dan seakan-akan kita tidak percaya”.

Di akhir penyampaian dari Kapolresta, ini merupakan pemasalahan saling ketersinggungan saja, saling menghina antara satu wanita dengan wanita lainnya, hal ini menimbulkan kemarahan, selanjutnya melaporkan kepada para pelaku sehingga terjadi hal yang tidak kita inginkan, dan saya setelah melakukan proses hukum dan melakukan pengecekan terhadap mereka apakah ada pengaruh narkoba, namun menurut dokter, di pupil mata anak-anak tersebut didapatkan ciri-ciri pemakai narkoba, serta saya menghimbau kepada kita semua, awasi dan perhatikan anak-anak kita dari bahaya Narkoba,

Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, SIP mengatakan didalam sejarah kita dulu, dengan terbentuknya penduduk perkampungan atau negara baru, tidak terlepas dengan berbagai kerajaan dan ini terlihat masuk ke perioderisasi dengan membangun sebuah negara dan berbagai era, era demokrasi yang baru saja kita lakukan beberapa waktu lalu.

” Kita tidak menduga terhadap anak-anak kuta dibawah umur sudah beranj menghilanhkan nyawa orang lain, ini tidak seperdi dahulu, berbeda dengan jaman kemerdekaan yang tidak ada kebebasan” kata Dandim.

Kami di TNI kita juga sering mengadakan Reformasi dengan berbagai metode hang berlaku di instansi kami, kemarin itu masyarakat meminta untuk Kapolresta Banda Aceh tidak boleh di copot, berarti masyarakat masih mencintai dan suka terhadap kinerja beliau, pungkas Hasandi Lubis.

Lanjut Perwira Menengah ini, masalah aset kita yang saat ini sedang kita tertibkan, saat ini memasuki era untuk menertibkan administrasi, hal ini terlihat banyak aset yang belum terdata, seperti contoh di Krueng Raya sejak tahun 1972 dipergunakan oleh masyarakat , namun para gerasi dari dahulu tidak menyampaikan siapa kepemilikan harta yang didiami sekarang kepada para anak-anaknya.

” Kami memiliki data , apabila tidak ada data, maka saya sendiri akan dipenjara, jabatan saya akan dicopot, dulunya tidak ada yang berani sama TNI, namun berbeda dengan era sekarang, era keterbukaan” pungkas Dandim.

Di akhir sambutannya, Dandim mengatakan Seperti kata Kapolresta “Cerdas dalam membaca berita, tidak mudah terprovokasi, mematuhi hukum yang berlaku”. Ini sangat penting dalam kehidupan kita.

Pada kesempatan terakhir, tausyiah disampaikan oleh Syeh Dr. Ahmad Taufiq dari Palestina dengan tema “Metode Hafalan Qur’an ala GAZA”.

Share.

Leave A Reply