INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

JANJI PROYEK TAK TEREALISASI, AGUS DI BEKUK PERSONEL PIDUM SAT RESKRIM POLRESTA BANDA ACEH

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Dugaan melakukan aksi penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan proyek bagi korbannya, Agus Sulfadi, warga Desa Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, harus berurusan dengan hukum. Pria tersebut diamankan Tim Opsnal Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reskrim, Polresta Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Taufiq, SIK, saat dikonfirmasi tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, tersangka Agus Sulfadi berhasil diamankan pada Kamis dini hari (19/9/2019) di Parkiran Hotel Penemas Kota Banda Aceh.

“Sesuai dengan Laporan Polisi nomor LPB / 394 / VIII /2019 / SPKT tanggal 27 Agustus 2019 yang dilaporkan oleh Fauzi, warga Medan Sunggal, Sumatera Utara, kami mendalami dan melengkapi berkas serta meminta keterangan dari pada saksi-saksi terkait dugaan penipuan dan penggelapan tersebut” kata Taufiq.

Tersangka Agus Sulfadi pada bulan April 2019 di Lobby Hermes Palace Hotel, Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, menjanjikan kepada korban bahwa dirinya dapat mengurus untuk mengerjakan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Chik Di Tiro di Kota Sigli.

“Setelah mendengarkan janji dari pelaku, korban mengirimkan uang secara bertahap kepada tersangka yang mana jumlah keseluruhan sebesar 300 juta. Namun setelah sekian lama korban menunggu, tidak ada kejelasan tentang proyek tersebut” lanjut Kasat Reskrim yang didampingi oleh Kanit Pidum Ipda Hadimas, Strk.

Kemudian korban mendapat informasi bahwa korban tidak memenangkan proyek yang dijanjikan oleh tersangka, melainkan orang lain yang memenangkan proyek tersebut dan sampai saat ini uang yang diserahkan oleh korban kepada tersangka tidak ada dikembalikan oleh tersangka, ujar Taufik.

Terkait dengan penangkapan terhadap tersangka yang kini diamankan di Polresta Banda Aceh, tersangka dikenakan Pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

 

Share.

Leave A Reply