SUAMI LEMPAR ISTRI DENGAN BATU BATA, DITANGKAP PERSONEL POLSEK KUTA ALAM

Tribratanewsrestabandaaceh.com – RD (49), warga jalan Teladan Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh diamankan oleh personel Polsek Kuta Alam atas pengaduan yang dilaporkan oleh dua wanita yang tak lain adalah Isteri dan kakak ipar pelaku, Sabtu (21/9/2019) dikawasan Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh.

Pelaku diamankan oleh Reserse Kriminal Polsek Kuta Alam sesuai dengan laporan isteri dan kakak ipar pelaku atas tindak pidana penganiayaan dengan cara ancaman yang terjadi, Selasa (30/7/2019) silam di rumah pelaku.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK, kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, pelaku diamankan karena terkait tindak pidana penganiayaan dengan cara ancaman.

“Sebelum terjadi tindak pidana penganiayaan, pelaku meminta kepada korban Nurul (isteri) untuk memasukkan Kartu Seluler ke handphone miliknya, namun korban tidak mengerti tata caranya” ujar Kapolsek.

Kemudian lanjut Kapolsek, pelaku marah dan mengambil mengambil batu bata yang akan dilemparkan ke tubuh korban (isterinya). Saat itu datang Syarifuddin (abang kandung pelaku) dan korban Annisa (kakak ipar pelaku) menegur pelaku. Pelaku tidak terima ditegur, dan melemparkan batu bata tersebut mengenai dinding sehingga memantul mengenai dada Annisa.

Akibat kejadian tersebut korban Nurul merasa terancam, sedangkan korban Annisa merasa dadanya terasa sakit dan melaporkan ke Polsek Kuta Alam guna pengusutan lebih lanjut sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP.B / 120 / VII / YAN.2.5 / SPKT tanggal 30 juli 2019 tentang dugaan tindak pidana penganiayaan dengan cara ancaman sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 Jo pasal 351 KUHPidana, pungkas Kapolsek.

Setelah kedua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Alam, pada malam harinya terjadi keributan kembali antara korban dengan pelaku di TKP yang sama.

Saat itu Syarifuddin merupakan abang kandung pelaku, mendengar kegaduhan didepan rumahnya, saat Syarifuddin keluar dari rumahnya, melihat Isteri dan kakak ipar pelaku sedang dimarahin oleh pelaku. Melihat kejadian tersebut, Syarifuddin berusaha melerai, pelaku merasa tidak terima lalu mengambil double stick dari balik bajunya dan memukulkan ke arah kepala Syarifuddin sebanyak tiga kali, sehingga kepala Syarifuddin mengalami luka dan pendarahan serius, kata Dhiza.

Syarifuddin saat itu yang merintih kesakitan, dirujuk oleh Isteri dan kakak ipar pelaku ke salah satu rumah sakit di Banda Aceh untuk penanganan oleh tim medis dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Alam sesuai dengan Laporan Polisi : LP.B / 121 / VII / YAN.2.5 / SPKT tanggal 30 juli 2019 tentang dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHPidana.

Saat ini, pelaku penganiayaan dengan cara ancaman mendekam di Polsek Kuta Alam untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *