INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Kapolsek dan Personel Syiah Kuala, Bantu PMI Evakuasi Mayat Mengapung Dalam Sungai

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra,SE didampingi Wakapolsek Ipda Rimson Malau dan personel turut serta membantu Petugas PMI (Palang Merah Indonesia) Banda Aceh melakukan evakuasi sesosok mayat laki-laki yang mengapung dalam Krueng Lamnyong, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (27/11/2019) pagi.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Syiah Kuala, AKP Edi Saputra, SE kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, penemuan sesosok mayat tersebut awal mulanya ditemukan oleh seorang Sulaiman, seorang Security Kampus Unsyiah yang hendak membasmi ilalang di kebunnya sekitar jam 07.30 WIB.

“Penemuan tersebut awal mulanya ditemukan oleh Saudara Sulaiman, Security Kampus Unsyiah yang hendak membasmi ilalang di kebunnya, saat itu ianya melihat kearah sungai apakah ada ikan atau tidak, namun yang ditemukannya lain, yaitu sesosok mayat yang awal mula diduga tumpukan sampah”, ujar Edi.

Kemudian, lanjutnya lagi, saksi Sulaiman melihat ada benda yang mengapung di dekat kebunnya terpaut jarak hanya tiga meter, ketika diperhatikan ternyata sesosok mayat laki-laki menggunakan pakaian kaos yang mengapung di air.

Saksi Sulaiman mencoba menghubungi rekan nya bernama Radja, memberitahukan adanya sesosok mayat yang mengapung dalam Krueng Lamnyong tersebut, dan diteruskan laporan tersebut kepada Kapolsek Syiah Kuala, ujar Edi lagi.

“Sesampai personel ke TKP, langsung dipasang garis pembatas atau Police Line, agar TKP aman dan diperkirakan barang bukti lainnya tidak rusak ataupun hilang” tambah Edi.

Sementara itu, tim INAFIS (Indonesia Automatic Finger Print Identification System) atau Identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) Polresta Banda Aceh langsung melakukan olah TKP, dan ditemukan dibadan korban berupa tali kail pancing beserta umpannya dan diduga korban tenggelam akibat kelelahan dalam memancing, korban menggunakan baju kaos putih bertuliskan Manchaster United dan celana pendek warna abu-abu, ucap Edi.

Setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh oleh petugas PMI Banda Aceh, Kapolsek bersama personel melakukan koordinasi dengan pihak Inafis Polda Aceh untuk mendeteksi identitas korban melalui alat bernama MAMBIS atau Mobile Automatic Multi Biometric Identification System untuk mendeteksi identitas korban melalui sidik jari, sehingga ditemukan identitas korban bernama Sulaiman, bertempat lahir di Beurabung, dan beralamat di Desa Limpok, Aceh Besar tambah Edi lagi.

Jenazah saat ini telah diambil oleh anak kandung korban bernama Mardiana, untuk disemayamkan dirumah duka serta difardhu kifayahkan sesuai dengan agama Islam, kata Edi Saputra.

“Pihak keluarga telah menjemput jenazah di kamar pemulasaran jenazah RSU ZA Banda Aceh dan diserah terima kan, dan pihak keluarga tidak ingin jenazah di otopsi maupun Visum dengan menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi dan visum” pungkas Edi.

 

 

 

Share.

Leave A Reply