INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Oknum Guru Kontrak Cabuli 6 Siswi, Ditangkap Sat Reskrim Polresta Banda Aceh

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Sungguh tega, seorang guru kontrak disalah satu Sekolah Dasar di Banda Aceh, mencabuli enam muridnya. Kejadian yang berulang kali dilakukannya terungkap pada hari Rabu, (20/11/2019).

Personel PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh dipimpin oleh Ipda Puti Rahmadiani, S.Trk menangkap SB (39), oknum guru kontrak yang mengajari pelajaran Diniyah melakukan hal yang tidak terpuji terhadap anak didiknya.Ia diringkus polisi atas dugaan pencabulan terhadap enam siswi yang tak lain muridnya. Para korban (sebut saja Bunga) umumnya berusia antara 8 hingga 12 tahun dan aksi pencabulan itu dilakukan tersangka di ruang belajar dan kamar mandi sekolah.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH didampingi oleh Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK menuturkan, kasus tersebut terungkap atas laporan orang tua korban. Anak mereka mengaku telah menjadi korban pencabulan. Lalu polisi menyelidiki, memeriksa para saksi dan menciduk pelaku.

“Korbannya enam orang, dengan iming – iming diberikan jajan, korban dicabuli diruang belajar dan pada saat ke kamar mandi. Ada bujuk rayu dan paksaan,” ujar Trisno Riyanto, Rabu (27/11/2019).

Trisno menceritakan, pada saat kejadian, teman salah satu korban tidak hadir saat pelajaran bacaan dan hafalan kitab, sekitar 20 menit pelajaran telah usai, pelaku SB duduk disamping korban dengan posisi bangku korban paling belakang.

Kemudian, SB menyuruh kepada salah satu korban untuk membaca dan menghafal kitab, dan pada saat itulah pelaku SB melakukan aksi jahatnya terhadap korban dengan cara menarik rok korban keatas, sehingga korban dengan leluasa meraba tubuh korban, ucap Trisno.

Tidak sampai itu saja, Pelaku SB juga melepaskan celana dalam milik korban, dan menyuruh korban untuk menyimpannya didalam tas milik korban sambil membisikkan ketelinga korban dengan kata “jangan bilang sama keluarga ya, nanti bapak kasih uang”, kata Trisno dihadapan para wartawan.

Kemudian korban diberikan uang 5 ribu oleh pelaku SB dan pelaku kemudian memegang tangan korban dan melakukan aksinya, selanjutnya pelaku memegang bagian vital korban, pungkas Trisno.

Pada saat jam pelajaran telah berakhir, lanjut Trisno, korban hendak ke kamar mandi, namun SB ternyata membututi korban. Sesampai di kamar mandi, Pelaku SB menggendong korban sambil mengatakan “Cuci Dulu”, dan membisikkan pada korban “Besok lagi ya”.

Pelaku melakukan aksi jahatnya bukan pada hari itu saja, namun dilakukan pada hari yang berbeda, ini dilakukan pada saat berlangsungnya jam pelajaran, kata Trisno lagi.

Untuk penanganan para korban, menurut Trisno, pihaknya bekerja sama dengan pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Korban akan mendapatkan konseling dan pendampingan.

Polisi juga menyita barang bukti berupa sepasang seragam sekolah, sehelai celana dalam anak warna hitam, selembar uang pecahan 5 ribu. Selain itu, polisi juga dikuatkan bukti dengan Visum Et Revertum dari Dokter.

Pelaku SB dipersangkakan dengan Pasal 82 ayat 2 dan 3 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 35 tahun 2014 dan UU RI No 17 tahun 2016 dengan ancaman selama 5 tahun kurungan penjara, tutur Trisno.

Karena pelaku merupakan seorang pengayom dan pendidik, maka hukumannya ditambah dengan 1/3 dari hukuman pokok, pungkas Trisno.

 

Share.

Leave A Reply