Dana Yang Digalang Oleh Personel Sat Lantas Polresta Telah Disalurkan Kepada Nur Fadilah

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Nur Fadilah wanita asal Gampong Bagok Panah Lhee, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur yang mengalami kelumpuhan sejak 8 tahun lalu mendapat dana dari penggalangan yang dilakukan oleh Personel Sat Lantas Polresta Banda Aceh.

Kedua Polisi Lalulintas itu adalah Aipda Khairul Fahmi dan Aipda Fidia Fajri. Mereka berhasil menggalang dana pada masyarakat dan Personel Polri sebesar Rp. 9.150.500,-.

Penggalangan yang dikoordinir Kasat Lantas Kompol Thomas Nurwanto SE SH selama seminggu itu diserahkan langsung kepada Nur Fadhilah (42),

“Alhamdulillah Ibu Nur Fadilah sudah dirawat intensif di sini, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, tepatnya di Ruang Aqsa 1, Kamar Iso, sehingga kami bisa menyalurkan langsung bantuan yang kami kumpulkan selama ini,” kata Aipda Khairul Fahmi.

Menurutnya bersama Kasubnit Dikyasa Satlantas Polresta Banda Aceh, Ipda Suheri, dan Aipda Fidia Fajri mereka mengantarkan langsung bantuan penggalangan dana itu ke Nur Fadilah yang tengah dirawat.

“Terima kasih rekan-rekan Kepolisian, TNI, masyarakat serta berbagai pihak lainnya yang sudah membantu ibu Nur Fadilah. Semoga apa yang kita lakukan ini mendapat keridhaan-Nya,” ungkap Aipda Khairul Fahmi.

Ia mengungkapkan penggalangan dana itu dilakukan sejak Sabtu (7/12/2019) lalu dan sebelum pelaksanaan shalat Jumat tadi siang, sudah ditutup.

Meski dalam kesibukannya sebagai anggota polisi, Aipda Khairul Fahmi dan Aipda Fidia Fajri menyempatkan waktu melakukan penggalangan.
Mereka mendatangi dari satu donatur ke donatur lainnya yang menghubungi mereka dan berniat menyumbang.

Hal itu menghadirkan kepuasaan batin tersendiri, apalagi aksi mereka tersebut mendapat izin dari pimpinan.

“Kami ingin lakukan yang terbaik. Ingin berbuat sesuatu yang bisa membantu dan meringankan saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Tentu tanpa ada dukungan semua pihak kami juga tidak dapat berbuat apa-apa,” sebutnya.

Ia mengungkapkan ingin terus melakukan sesuatu yang berarti dan terbaik untuk bisa memacu kepekaannya terhadap orang-orang sekitar yang membutuhkan pertolongan dan bantuan.

Meski diakui dirinya tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai. Tapi, menurutnya semua orang bisa menjadi motor penggerak untuk memacu dirinya berbuat.

“Kalau kita ingin berbuat sesuatu yang terbaik, yakinlah Allah pasti berikan jalan. Intinya kita niatnya ingin berbuat,” ungkap Aipda Khairul Fahmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *