Pelaku Pembunuhan Wanita Yang Ditemukan di Leupung, Berhasil Ditangkap Polisi

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Beberapa waktu lalu tersiar dengan hebohnya penemuan mayat seorang perempuan di pinggir Jalan Banda Aceh-Meulaboh, KM, 32, kawasan Gunong Paro, Gampong Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar yang di duga korban pembunuhan.

Belakangan diketahui, wanita tersebut bernama Baliana Sirait (55) warga Kompleks Geunaseh Gampong Lamtheun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Beberapa hari sebelum jasad Baliana ditemukan, Polresta Banda Aceh juga menerima laporan dari keluarga Baliana yakni Fatimah (30) yang menyatakan bahwa korban telah hilang dan tak kunjung pulang ke rumah.

Selain itu, personel Polsek Leupung juga menerima sebuah motor tanpa pemilik yang ditemukan warga tersangkut diantara semak dan pepohonan yang lokasinya tak jauh dari penemuan jasad Baliana.

Informasi yang diperoleh mayat perempuan itu ditemukan di dalam semak-semak di pinggir Jalan Nasional, kawasan Gunong Paro, Gampong Layeun, Kecamatan Leupung pada Selasa (10/12/2019) sore, sekira pukul 15.00 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH didampingi Kasat Reskrim Polresta, AKP M. Taufiq, SIK, Kasat Reskrim Polres Aceh Besar Iptu Yoga Panji Prasetya, Kasubbag Humas Ipda M. Zulfikar saat konferensi pers di Indoor Polresta Banda Aceh mengatakan, penemuan mayat seorang wanita di kawasan Leupung, Aceh Besar, Jumat siang (6/12/2019).

“Warga masyarakat yang melintasi jalan Banda Aceh – Meulaboh melihat satu unit sepeda motor yang tersangkut disemak belukar dan merasa curiga, selanjutnya melaporkan ke Polsek Leupung” ujar Kapolresta.

Kapolresta kemudian menceritakan kronologis penemuan hari Selasa sore, (10/12/2019), personel kepolisian yang dibantu masyarakat, akhirnya melakukan pencaharian korban yang diawali dengan penemuan kendaraan milik korban di lokasi. Dan ternyata jenazah korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi sepeda motornya ditemukan.

Trisno mengatakan, disaat ditemukan kondisi korban terlihat dari luka parah di bagian kepala. Lalu saat ditemukan korban dalam keadaan terbungkus kain dan posisi terikat. Kemudian Pihak Kepolisian melakukan penyedikan terkait kasus penemuan mayat wanita tersebut.

Selanjutnya, mayat tersebut dibawa ke kamar pemulasaran jenazah Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh untuk dilakukan VER dengan menggunakan ambulance PMI, pungkas Trisno.

Kapolresta Banda Aceh, selanjutnya mengatakan, setelah melakukan penyelidikan terkait pasca penemuan mayat Barliana Sirait, pelaku pembunuhan berhasil ditangkap oleh Personel Sat Reskrim Polresta Banda Aceh berinisial CM (43) seorang Ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di desa Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Dari hasil interogasi, CM melakukan eksekusi dirumahnya di kawasan Desa Gue Gajah, Aceh Besar dengan cara memukul kepala korban menggunakan lesung sehingga korban tersungkur dan kemudian melilit leher korban dengan kawat dan ditutup menggunakan sprei agar tidak terlihat pada orang lain, aksi ini dibantu oleh YS (48) warga Kecamatan Sukakarya, Sabang.

Kemudian, kedua pelaku membawa korban ke kawasan Gunong Paro, Gampong Layeun, Kecamatan Leupung, Aceh Besar dan membuang korban dalam keadaan terbungkus kain dan posisi terikat.

Kemudian, lanjut Kapolresta, setelah pemeriksaan secara gencar, hari Senin, (16/12/2019) jam 16.00 WIB Tim Gabungan Subdit 3 Jatanras , Tim IT Krimsus, Polresta Banda Aceh, Polres Aceh Besar dan Polres Sabang melakukan penangkapan terhadap tersangka YS.

“YS ditangkap oleh Tim gabungan dari Subdit 3 Jatanras Dit Reskrimum dan tim IT Dit Reskrimsus Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh, Polres Aceh Besar dan Polres Sabang di Pulau Sabang dengan bantuan Tim IT Krimsus Polda Aceh” ujar Kapolresta.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari kedua pelaku berupa sepeda motor jenis Honda Revo No. Pol. BL 6269 JH serta becak  BL 6912 AI yang digunakan untuk membuang jasad korban di pinggir jalan dan sejumlah pakaian yang digunakan pelaku saat pembunuhan.

Selain itu, polisi juga mengamankan pakaian yang dikenakan Baliana saat ditemukan meninggal, sprei untuk membungkus jasad korban, tali untuk mengikat kaki korban serta korek api yang digunakan untuk membakar barang bukti.

Adapun motif pelaku menganiaya korban sehingga meninggal terkait masalah hutang piutang sebesar 5 juta sampai 8 juta dan menurut pelaku, korban sering marah dalam menagih hutang pada pelaku, kata Kapolresta.

Pelaku dipersangkakan dengan Pasal 338 jo Pasal 340 KUHP tentang tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain, dengan hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *