INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Kapolresta Banda Aceh dan Personel Shalat Gerhana di Masjid Al Anshar

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Kombes Pol Trisno Riyanto, SH selaku Kapolresta Banda Aceh mengajak personel dan warga masyarakat untuk melaksanakan Shalat Sunat Gerhana Matahari.

Kegiatan shalat sunat gerhana matahari ini dilaksanakan di Masjid Al Anshar, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (26/12/2019) siang.

Kapolresta Banda Aceh beserta Pejabat Utama Polresta serta anggota dan perangkat gampong Mulia mengikuti sholat sunat gerhana matahari dengan imam Ustad Syibral Malasi dilanjutkan dengan ceramah agama yang juga disampaikan oleh Ustad Syibral Malasi.

Trisno Riyanto, menghimbau agar umat islam,untuk shalat khusuf secara berjamaah di masjid sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan khutbah, beserta  dianjurkan terlebih dahulu takbir memperbanyak zikir,istiqfar, sedeqah dan amal-amal lainnya bahkan berdoa untuk keselamatan bangsa negara

Dalam ceramahnya ustad Syubral Malasy yang juga Imam Besar Masjid Al anshar kepada seluruh jamaah masjid menjelaskan, terjadinya fenomena Alam gerhana Matahari atas kehendak Allah SWT dan pada waktu tertentu terdapat waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.

“Allah telah membuktikan kepada kita semua atas kekuasaanya dengan menampakkan kepada kita semua dengan kata Kun Fayakun, ujar Khatib.

Dengan adanya suatu musibah yang menimpa alam ini, mudah-mudahan musibah ini menjadi suatu cermin , bagaimana kita untuk berbuat menuju ke alam lain selain alam kubur, sambungnya lagi.

Sebagaimana penyebab gerhana kedua kali pada tahun masehi ini, mungkin gerhana ini merupakan sebuah fenomena yang telah kita kontrakkan dengan allah, banyak kesalahan yang telah kita perbuat, ini merupakan sebuah tempat ‘ubudiyah, dan kita harus bercermin sebagaimana taubat Nabi Adam, tambahnya.

“Maka kita juga dituntun untuk melakukan taubat, sementara taubat iblis tidak diterima oleh Allah sampai kapan pun” sambung sang khatib.

Ini disebabkan oleh, kesalagan yang diperbuat oleh nabi adam sangat disesali dan selalu menangis, dehingga dilempar kemuka vumi dan gelisah sampai taubat nabi adam dengan konsekwensi nabi adam tdk akan mengulangi lagi apa yg dilarang oleh allah, maka sampai diterima taubat nabi adam.

Selaku cucu Nabi Adam, kita harus bertaubat walaupun sekecil – kecilnya nya kesalahan, dan wajib melakukan taubat. Banyak pekerjaan yang kita lakukan di bumi ini, sehingga menumpuk kesalahan sampai waktunya kita bertaubat, tutur Ustad Syibral.

Saya mengajak, mulai hari ini kita harus kembali ke fitrah dan kita harus menjadi kasih sayang Allah dengan kelembutan dan kerendahan hati.

“Kita ingin hidup baik, maka berjalan diatas permukaan bumi dengan rendah hati dan kasih sayang, kita dapat mengajak anak kita menjadi pertahanan agama, bangsa dan negara sehingga negara menjadi baidatul warrabbul ghafur, kata Ustad diakhir khutbahnya.

Setelah melaksanakan shalat sunat Gerhana Matahari, kemudian para jamaah kembali melaksanakan shalat dhuhur berjamaah.

 

Share.

Leave A Reply