INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Tingkatkan Iman dan Taqwa, Personel Polresta Banda Aceh Gelar Wirid Yasin

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Jajaran Polresta Banda Aceh adakan giat Binrohtal pengajian wirit yasin, di Masjid Babuttaqwa, Polresta Banda Aceh setiap Kamis pagi setelah pelaksanaan apel pagi. Kegiatan yang dipimpin dengan pembacaan yasin oleh Aiptu Kafrawi, S.Ag, M.Ag dan dilanjutkan oleh Ipda Hilmi.

Sementara itu, terlihat personel sangat kusyu’ dalam membacakan surah yasin dengan harapan mengharap ridha dari Allah, SWT.

Ustad Khairil dalam tausyiah mengatakan, setiap manusia memiliki sifat jelek dan baik terkecuali Rasul.

“Sifat kita dapat dilihat oleh diri pribadi, orang lain, sifat jelek sering ditutupi baik yang memiliki jabatan atau tidak” ujar ustad.

Pengkajian pada pagi ini berupa pada sifat jelek dan sifat marah, sesuai dengan sabda Rasul, marah itu dapat membinasakan iman dan keimanan kita akan tipis seperti madu diteteskan nila, akan binasa sebagai obat seperti keimanan kita.

Begitu besar pengaruh keimanan kita, syaitan selalu mengontrol keimanan kita sesuai dengan diciptakannya syaitan dari api.

“Apabila kita selalu marah, maka akan dekat dengan neraka Jahanam dan apabila kemarahan tersebut sudah memulai maka berwudhuklah,” kata sang Ustad.

Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan, ada tiga tingkatan manusia menghadapi kemarahan pertama; Tafrith yakni kehilangan, lemah atau tak memiliki kekuatan gejolak untuk marah sama sekali. Bahkan terhadap kehormatan diri, keluarga dan agamanya. Lemah marah ini sangat tercela, kata Ustad.

Tingkatan kedua; Ifrath yakni marahnya berlebihan hingga keluar dari cara berfikir jernih, cenderung  tidak dapat membedakan yang baik dan buruk, kehilangan keseimbangan mengontrol ucapannya. Raut muka dan mata orang yang marahnya tak terkendalikan menjadi kemerah-merahan, amarahnya meluap, sehingga terkadang memukul, melempar benda di dekatnya, bahkan sampai melakukan pembunuhan, ujarUstad Khairil.

Ketiga adalah I’tidal yakni amarahnya di posisi pertengahan mampu dikendalikan. Marah dilakukan sebagaimana mestinya tetap berpegang mengikuti bimbingan agama. Ada kemarahan, namun diterapkan pada saat yang tepat, tidak melampaui batas. Sifat pertengahan ini dipuji Rasulullah.

Ustad Khairil mengingatkan semua personel yang hadir agar sifat kemarahan tidak perlu dikedepankan dengan harapan agar dikurangi dengan mengikuti sifat Rasulullah.

Hadir dalam kegiatan yasinan, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH, Wakapolresta AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK, para Kabag, para Kasat, para Kapolsek, para Perwira, Bintara dan ASN dilingkungan Polresta Banda Aceh.

Share.

Leave A Reply