INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Aksi Bakar Ban Di Bundaran Simpang Lima, Berhasil Dipadamkan Oleh Anggota Polisi

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Aliansi Mahasiswa Peduli Kemiskinan Aceh (Ampka) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (23/1/2020). Dalam aksi tersebut massa sempat membakar ban.

Dengan membakar ban, massa menuntut agar Pemerintah Aceh lebih serius dalam mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Aceh dan meminta agar dilakukan pengkajian ulang terhadap besarnya dana untuk Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Intelkam Kompol Hyrowo, SIK kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, aksi bakar ban yang dikomandoi oleh Muhammad Hasbar berhasil dipadamkan.

“Mereka melakukan aksi guna mendesak agar Pemerintah Aceh lebih serius dalam mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Aceh dan meminta agar dilakukan pengkajian ulang terhadap besarnya dana untuk Lembaga Wali Nanggroe Aceh”, kata Hyrowo.

Namun dalam aksi yang dikawal oleh Personel Polresta Banda Aceh tersebut, sempat terjadi pembakaran ban yang mengundang perhatian warga yang melintas pusat kota Banda Aceh tersebut, ujar Hyrowo kepada tribratanewsrestabandaaceh.

“Untuk para peserta aksi telah dilakukan koordinasi agar tidak melakukan hal yang anarkis, namun aksi pembakaran ban pun terjadi sehingga Personel Sat Sabhara Polresta Banda Aceh menurunkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang disiapkan dalam kenderaan taktis penghalau demo untuk memadamkan api,” sambungnya lagi.

Dalam aksi damai tersebut, massa membawa alat peraga berupa spanduk yang bertuliskan Alihkan Dana Wali Nanggroe Untuk Pembangunan Rumah Dhaufa.

Massa juga mengkritik Pemerintahan Aceh dengan membentangkan spanduk bertuliskan Terima kasih Wali Nanggroe, Plt.Gubernur, DPR Aceh atas Prestasi, Berhasil Mempertahankan Juara Bertahan  Daerah Termiskin Se Sumatera.

“Sangat kita sayangkan juga, ketika pemerintah lebih memilih membeli pesawat, sedangkan pembuatan rumah dhuafa dibatalkan, padahal pembelian pesawat lebih besar biayanya,” ujar Muhammad Hasbar.

Share.

Leave A Reply