Kemarau Panjang, Pemkab Aceh Besar Bersama Masyarakat Gelar Shalat Istisqa

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, menggelar shalat minta hujan atau shalat istisqa. Pelaksanaan shalat istisqa ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Lon kali, Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (23/1/2020).

Adapun imam sekaligus khatib setelah selesai shalat sunat ini adalah Pimpinan Dayah Ulee Titi, Abu H Athaillah Bin Ishak Al Amiry.  Hadir Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, Sekda Aceh Besar, Iskandar, para asisten, staf ahli, camat, tokoh agama, ikut sebagai jamaah bersama masyarakat lainnya. Kegiatan ini berdasarkan seruan bersama Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali bernomor 451/160/2020 tertanggal 16 Januari 2020 dan dihadiri oleh ± 1000 jamaah.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Tri Andi Dharma, S.Sos kepada tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, Pemerintah Kabupaten menyerukan kepada seluruh warga masyarakat Aceh Besar untuk melaksanakan shalat istisqa.

“Musim kemarau yang melanda Aceh pada awal tahun 2020 ini, dibuktikan dengan keringnya lahan milik warga dan rumput untuk ternak bahkan air sumur pun sudah mulai kering bahkan selama 4 bulan terakhir Wilayah Aceh Besar jarang dilanda hujan, sehingga diselenggarakan shalat Istisqa untuk memohon diturunkan hujan.”, Ujar Andi.

Pelaksanaan shalat istisqa ini membutuhkan tenaga pengamanan, baik jalur yang dilintasi jamaah maupun lokasi pelaksanaan shalat. Kami dari Polsek ingin Jaya tetap melakukan koordinasi dengan instansi terkait, agar pelaksanaan lancer dan aman, tutur Andi lagi.

Sementara itu, Abu H. Athaillah Ishak Al Amiry atau Abu Ulee Titi yang merupakan pimpinan Dayah Ulee Titi mengatakan air tidak hanya dibutuhkan oleh manusia melainkan pohon maupun mesin yang sehari-hari digunakan.

“Oleh karenanya, dilaksanakan sholat Istisqa untuk memohon agar diturunkan hujan, sehingga semuanya dapat memperoleh air. Dimana tanpa air semua tanaman sudah mulai mengering sebagaimana terlihat pohon-pohon disekitar” Ujar Abu Ulee Titi.

Pelaksanaan shalat Istisqa sama seperti pelaksanaan shalat ied hari raya, berharap semua dapat melaksanakan sholat dengan baik dan memohon doa kepada Allah SWT, pungkas Abu

“Kekeringan yang selama ini terjadi hanya sebagai ujian yang diberikan oleh Allah, SWT kepada masyarakat di Aceh Besar agar masyarakat di Aceh Besar selalu taat dan ingat kepada Allah, SWT,” Kata Abu lagi.

Pada masa nabi Isa, As juga ada salah satu desa yang mengalami kekeringan hingga semua mengalami kekeringan dan hanya sebagian orang yang tersisa. Sedangkan sebelumnya desa tersebut banyak mendapat kenikmatan. Bencana yang diberikan oleh Allah tidak hanya kepada orang-orang yang berbuat salah, tetapi juga dapat berimbas kepada orang-orang yang taat, maka bagi orang yang taat agar selalu beriman dan selalu taat kepada Allah dalam menjalankan amal-amal yang soleh, imbuh Abu memberikan contoh.

Abu Ulee Titi berharap, tanpa disadari bahwa bencana yang diberikan oleh Allah merupanan akibat dari perbuatan manusia sendiri. Oleh karenanya jangan pernah melupakan terhadap kenikmatan yang diberikan dan selalu berdoa kepada Allah, SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *