INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Kapolresta Banda Aceh Hadiri Silaturrahmi Dengan Tentara Thailand di Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah

0

Tribratanewsretabandaaceh.com – Para Muslim Fatani yang juga Tentara Perang Thailand melakukan kunjungan silaturrahmi ke Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah, Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (14/2/2020) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH ikut serta menerima kedatangan rombongan tersebut.

H. Tu Bulqaini selaku pimpinan Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah mengatakan, Markaz kita ini, kita bina akhir tahun 2001 dan dikhususkan untuk anak yatim.

“Karena di Aceh konflik yang sangat lama dan menghadirkan para anak yatim yang orang tuanya meninggal, baik anak dari TNI , Polri maupun GAM,” ujar Tu Bulqaini.

Dayah atau pondok kami berinama Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah yang berarti kedamaian, dan sebelum MoU ditandatangni di Helsinky, kami sudah berkumpul dengan tujuan menghapuskan dendam dari anak yatim, ucap Tu Bulqaini.

Tsunami yang melanda 2004 kita kembali menerima anak yatim, karena banyak anak yatim yang telah meninggal orang tuanya pada saat bencana alam itu, tambahnya.

Pasca Tsunami di Aceh, maka adanya Tsunami Iman yang merendahkan martabat Islam dengan cara memurtadkan anak² Islam.

“Mungkin pernah bapak dengar wilayah Singkil tempat lahirnya Syeih Abdul Rauf, karena faktor kemiskinan, maka disana banyak yang berpindah agama,” tutur Tu Bulqaini.

Sebanyak 2000 orang menurut Abu Kuta Krueng , anak – anak Aceh yang telah berpindah agama, dan ada yang sudah menjadi Pendeta, tambah Tu Bulqaini.

Kami Aceh diserang oleh gerakan pemurtadan, lanjut Tu, dan pasca reformasi banyak masuknya aliran di Indonesia dan sudah kita lihat menjadi Fitnahtul dunia yaitu Wahabi, selain bahaya agama juga bahaya deskresi terhadap Bangsa. Dan kita warga Aceh bersama warga Muslim Fatani ini, menjadikan silaturrahmi, dan kita harapkan jangan sampai terjadi di Asia Tenggara seperti perperangan di Timur Tengah.

Saya mengharapkan silaturrahmi ini kita bina sampai anak cucu kita sehingga menjaga hubungan ini sesama melayu , Fatani, dan siapapun yang akan membuat rusuh, maka kita lawan bersama, pungkas Tu Bulqaini.

Sementara itu, Ulama Fatani Babo Muhammad Beremi Fatani mengatakan, setelah kita mendengar dari guru kita, Agama Islam di Aceh sangat kuat sehingga kami butuh pengalaman yang lebih lagi.

“Kami menggunakan mazhab Safii yang sama dengan orang Aceh dengan Ahlul Sunnah Wal Jamaah yang sangat kuat yang beda dengan India dan Pakistan bermazhab Salafi”, ujar Ulama Fatani ini.

Kita tidak dapat kuatkan dakwah dengan sendiri, kita harus sering bersilaturahmi dengan ulama islam lainnya dan pada anak nanti dapat kita dakwahkan sehingga menjadi Hafiz, Ucapnya lagi.

Guru saya berumur 120 tahun yang telah banyak melahirkan murid seperti kita lihat guru kita di Aceh ini. Kita harus banyak belajar dari Islam yang ada di Aceh, pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Tu Bulqaini Pimpinan Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH, Pengurus Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah, Ulama Fatani Babo Muhammad Beremi Fatani, Panglima Tentara Thailand Jenderal Pek H. Muhammad Hasan, Guru Hafizh Ustad Ahmad Jabal, Sejarawan Fatani H. Ismail Bin Jasmik, para santri Dayah Markaz Al-Ishlah Al-Aziziah.

Share.

Leave A Reply