INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Patko 10.32 Berikan Tindakan Fisik Push Up Kepada Pengendara Ugal – Ugalan

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Saat ini pemandangan anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor cukup mudah dilihat terutama di pemukiman penduduk.  Perilaku melanggar aturan itu masih ditambah pula dengan kebiasaan tidak mengenakan perangkat keselamatan berkendaraan plus berboncengan lebih dari 2 orang.

Sejumlah alasan seperti mengendarai hanya untuk jarak dekat, tidak ada polisi yang berpatroli, lebih cepat ke tujuan, atau hanya alasan kebanggaan karena anak ada sepeda motor, menjadi pembenaran bagi anak-anak untuk mengendarai sepeda motor. Padahal selain melanggar aturan,  sepeda motor juga tidak dirancang untuk fisik anak.

Hal ini terlihat ketika Patroli Kota (Patko) 10.32 Sat Sabhara Polresta Banda Aceh beri tindakan tegas berupa push up kepada para pengendara sepeda motor yang ugal – ugalan serta menggunakan nomor polisi yang tidak sesuai ketentuan, Minggu (8/3/2020) dini hari.

Pada saat Personel Sat Sabhara Patko10.32 melakukan patroli menjelang dini hari, mendapatkan para pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor secara ugal – ugalan dan menggunakan nomor polisi palsu bertuliskan JANDA MENDEKAT.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Sabhara Kompol Yusuf Hariadi, SH, M.Si mengatakan, tugas pokok Sat Sabhara merupakan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli.

“Selain melakukan tugas sebagai pengaturan, penjagaan, pengawalan, juga melakukan patroli. Patroli yang dilakukan oleh Patko 10.32 merupakan sudah sesuai dengan tugas pokok Sat Sabhara. Patko Sat Sabhara Polresta Banda Aceh ada dua, diantaranya 10.31 dan 10.32,” ujar Kasat Sabhara.

Sementara itu, pada saat personel Patko 10.32 mengelilingi Kota Banda Aceh dini hari, mendapatkan para pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor secara balapan dan nopol terpasang tidak sesuai peruntukannya,” kata Yusuf Hariadi.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna kenderaan bermotor, agar tidak melakukan balapan liar yang akan menyebabkan kecelakaan dan juga pasang nomor polisi yang semestinya serta lengkapi surat kenderaan seperti STNK dan SIM,” lanjutnya.

Harapan kami kepada para orang tua agar dapat menyadari bahwa perbuatan anaknya adalah melanggar hukum, berbahaya tidak bagi diri sang anak, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.

Share.

Leave A Reply