INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Dua Bocah Cilik Dicabuli, Seorang Kakek Ditangkap Polisi

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Seorang kakek berinisial SA (54) warga Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar yang berprofesi sebagai pemulung mencabuli dua bocah cilik di Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (9/3/2020).

Korban berinisial AS (5) dan IL (9) dicabuli oleh seorang kakek pemulung dengan iming – iming akan diberikan ice cream kepada korban.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK, MH didampingi Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani, S.TrK dan Kasubbag Humas Iptu Hardi, SH dalam konferensi pers mengatakan, kejahatan tersebut dilakukan pada tanggal 9 Maret 2020 di pinggir muara sungai.

“Korban pada saat itu sedang bermain bersama teman – temannya disebuah pabrik batu bata menggunakan sebuah becak milik pelaku untuk mandi di laut, kemudian dalam perjalan, pelaku menjanjikan akan memberikan ice cream kepada korban,” ujar Kasat Reskrim

Sementara itu, Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh menjelaskan, pelaku kemudian mengatakan kepada para teman dan korban yaitu, MSP, RDW, IL dan AS untuk mandi ke laut, sementara itu AS diarahkan untuk berbaring disebuah ayunan.

“Saat AS berbaring di ayunan, pelaku melucuti pakaian korban, disini terjadi pencabulan terhadap korban,” ujar Puti.

Kemudian setelah melakukan aksinya terhadap korban AS, pelaku melanjutkan aksinya terhadap korban IL dan kepada kedua korban mengatakan jangan memberitahukan kepada orang tua korban jika tidak mau diberikan ice cream, sebut Puti.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban serta hasil visual dan sebuah becak pelaku yang digunakan saat membawa anak-anak ke pantai.

Sementara, Ipda Puti mengatakan, dari pengakuan Kakek sendiri banyak korban yang telah dicabuli. Kini Unit PPA pun masih melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya korban lain. Pelaku sendiri ditangkap hari Senin (16/3/2020) dirumahnya.

“Ada tiga orang yang diperiksa sebagai saksi, semuanya anak-anak. Tersangka dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal hukuman lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun,” jelasnya.

Selain itu, Kakek pun mengaku menyesal saat diwawancarai awak media. Ia mengatakan hendak bertaubat dan khilaf atas perbuatannya yang diselimuti oleh hawa nafsu.

AKP M Taufiq juga menambahkan, sejak Januari hingga hari ini, pihaknya menangani 12 kasus pencabulan dan lainnya terhadap anak di bawah umur dan pelakunya adalah orang-orang terdekat.

Share.

Leave A Reply