Bayi Malang Yang Baru Dilahirkan, Ditemukan Di Pinggir Pembatas Taman Krueng Daroy

Tribratanewsrestabandaaaceh.com – Warga pinggiran taman Krueng Daroy Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dikejutkan dengan ditemukan bayi yang menangis didalam tong sampah fiberglass, Sabtu pagi (28/3/2020) sekitar jam 06.30 WIB.

Bayi berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan baru lahir subuh tadi, yang diduga hasil hubungan gelap antara Ros (37) salah satu warga di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dengan NZ (47) warga Peukan Bada, Aceh Besar.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Baiturrahman AKP Irwan, S.Sos, M.Si saat dihubungi oleh tribratanewsrestabandaaaceh.com melalui telephon mengatakan, bayi tersebut ditemukan di hamparan tempat pembuangan sampah pinggiran taman Krueng Daroy Gampong Seutui Kota Banda Aceh.

“Hasil penyelidikan Unit Reskrim, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap antara Ros yang berstatus janda dengan NZ yang masih memiliki isteri. NZ merupakan Cleaning Service di Kantor Geuchik Kampung Baro, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh,” jelas Irwan.

Irwan menjelaskan, bayi tersebut saat baru lahir diletakkan oleh pelaku Ros di lokasi dan sekitar jam 06.00 WIB. kemudian sekitar jam 06.30 WIB, Ros mendengar tangisan bayi dan melaporkan kepada tetangganya bahwa ia menemukan bayi di TKP.

Kemudian, lanjut Irwan, bayi perempuan tersebut dibawa ke rumah Keuchik Seutui, Amiruddin untuk dserahkan kepadanya. dan Keuchik melaporkan kepada Kanit Reskrim Polsek Baiturrahman Aiptu Nazli Agustiar, SH perihal kejadian tersebut.

Setelah itu, bayi mungil tersebut dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak untuk dilakukan tindakan medis. Tidak menunggu lama, Kanit Reskrim beserta anggotanya meakukan penyelidikan dan berhasil menciduk pelaku pembuang bayi yakni ibunya sendiri dan NZ yang sedang berada dirumahnya di Peukan Bada, Aceh Besar.

Saat ini pelaku Ros dan bayi tersebut dirawat di RSIA Banda Aceh untuk rawatan medis dibawah pengawasan Kepolisian dan NZ diamankan di Polsek Baiturrahman untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *