INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Kapolresta Banda Aceh Hadiri Rapat Koordinasi Covid – 19 Di Pendopo Walikota

0

Tribratanewsrestabandaaceh.com – Unsur Forkopimda Banda Aceh melakukan rapat koordinasi secara tertutup di Pendopo Walikota Banda Aceh, Senin (6/4/2020).

Rapat yang membahas tentang penanganan Covid -19 dan pasca pencabutan jam malam ini dihadiri oleh Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, ST, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Hasandi Lubis, SIP, Kajari Banda Aceh Erwin Desman, SH, MH, Ketua MPU Banda Aceh Dr. Tgk. Damanhuri Basyir, M.Ag, Sekda Kota Banda Aceh Ir. Bahagia, Dipl.SE, Dirut RSUD Meuxa dr. Fauziati, SP. Rad serta para Kepala Dinas dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak, MM mengatakan kita baru saja menyerahkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Penyerahan bantuan hari ini kita berikan kepada penyandang disabilitas yang tentunya telah memiliki berbagai program sesuai dengan harapan Pemerintah Kota Banda Aceh,” Kata Aminullah.

Bantuan yang kita berikan tentunya harus bermanfaat dan ini tidak diberikan kepada warga yang tidak berhak, lanjutnya.

“Untuk biaya pembayaran rekening PDAM sebanyak 5 ribu pelanggan dimana penanganan Covid – 19 ini dapat dilakukan pembayaran secara angsuran,” sambunganya.

Kemudian lanjutnya, untuk kegiatan jam malam yang telah dicabut, sesuai dengan Maklumat Forkopimda Daerah dan ini dapat membantu perekonomian warga dengan dibuka kan kembali tempat usahanya. ini sesuai dengan syarat, yaitu Physical Distancing terhadap para konsumen

Seruan bersama pasca dicabutnya jam malam ini akan kita buatkan kembali, mengingat Covid – 19 masih ada yang belum pulih sehingga ini sangat rawan bagi warga yang tidak menjaga jarak dalam berkumpul.

Sementara itu, Ketua DPRK Farid Nyak Uma, ST menyebutkan WHO telah mengeluarkan peraturan untuk seluruh warga menggunakan masker.

“Penggunanaan masker disini bukanlah N95, namun masker yang terbuat dari kain, karena ini aman bagi warga masyarakat dalam mencegah virus corona,” Kata Farid.

Keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai PP Nomor 21 tahun 2020 apakah harus diterapkan di Kota Banda Aceh, dan ini kita perlu mengkaji ulang pasca dicabutnya jam malam. Saya melihat Euforia warga masyarakat luar biasa, padahal ini belum puncaknya terjangkit Virus Covid – 19 di Banda Aceh, lanjutnya.

Dalam dua hari ini, ada tim medis yang ditolak oleh warga ditempat tinggalnya karena menangani pasien yang positif. Hal ini membutuhkan kita untuk turun tangan menangani permasalahan tersebut. Kami juga mengharapkan kepada Dirud RSUD Meuraxa untuk menyiapkan kamar khusus bagi perawat dan medis lainnya, jikalau pasien bertambah secara mendadak dan sudah ada tempat tinggal bagi mereka, pinta Farid.

Dandim 0101/BS, mengharapkan kepada Dirut RSUD Meuraxa agar segera mengrilis bila ada warga yang meninggal dunia.

“Perlunya informasi kepada warga masyarakat dengan informasi cepat melalui media – media agar dilakukan rilis guna mengetahui apakah korban terjangkit covid-19 atau tidak, jadi warga akan selalu waspada,” Katanya.

Erwin Desman yang juga Kajari Banda Aceh mengatakan, pentingnya warga menggunakan masker untuk mencegah terjangkitnya Covid – 19.

“Dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka warga berkewajiban menggunakan masker dalam mencegah terjangkitnya virus corona,” tuturnya.

Sementar itu, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH selaku Kapolresta Banda Aceh mengatakan lakukan pencegahan dengan cara jaga jarak, dan kini harus kita ikuti seperti penggunaaan masker

“Setiap warga diwajibkan untuk menggunakan masker, sementara itu bagi pengelola warung kopi agar menyediakan wastafle dan ini harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam pencegahan virus corona yang telah diintruksikan oleh pemerintah dengan tujuan agar mata rantai penyebran virus corona dapat diminimalisir,” kata Trisno Riyanto.

Kami menghimbau kepda seluruh pemilik dan pelaku usaha kopi yang ada diwilayah hukum Polresta Banda Aceh untuk dapat menyediakan wastafle, sabun atau cairan pembersih tangan di depan warung dan usaha masing – masing, sebutnya.

Hal ini menjadi sebuah prioritas yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha dan meminta setiap pemilik warkop agar memasang himbauan di dalam warungnya agar setiap pengunjung tidak duduk secara berdekatan, tegasnya.

kemudian, tempatkan sasaran dan berikan informasi kepada seluruh warga masyarakat sehingga membuat panik seluruhnya, dan ini tepat atau tidak tindakan yang dilakukan. Terkait dengan penanganan, apakah sudah lengkap APD nya, dan apakah sudah ada lokasi isolasi, lanjutnya.

“Untuk langkah yang bagus menurut saya, terkait izin – izin keramaian, seperti Cafee agar ditentukan jam tutupnya demi kesehatan bersama. Kemudian setiap pelanggan dapat melakukan pemesanan dengan cara Take Away saja ata via aplikasi online dengan tujuan agar setiap orang bisa mengurangi beraktvitas atau berada di tempat – tempat keramaian demi kebaikan kita bersama,” sebut nya lagi.

Share.

Leave A Reply