INGAT COVID, AYO PAKAI MASKER

Sejumlah Personel Polresta Banda Aceh Amankan Aksi Unjuk Rasa GATA NKRI di Bundaran Simpang Lima

0

Sejumlah personel Polresta Banda Aceh terlihat sedang memberikan pelayanan bagi massa pengunjuk rasa sebagai rasa kenyamanan dalam melakukan aksi tanpa anarkis, tidak mengganggu kelancaran lalulintas serta tidak turun kejalan raya di bundaran simpang lima, Banda Aceh, Senin (9/11/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol trisno Riyanto, SH melalui Kabag Ops Kompol Juli Effendi, SE, M,Si mengatakan personel Polresta Banda Aceh setiap ada kegiatan masyarakat tetap memberikan kenyamanan.

“Aksi unjuk rasa hari ini yang dilakukan oleh GATA – NKRI menyampaikan aspirasi atas kehadiran Gerakan KAMI harus kami berikan kenyamanan dalam menyampaikan aspirasinya agar tidak mengganggu kelancaran lalulintas serta tidak turun kejalan raya dan yang paling utama tidak anarkis” ucap Juli.

Kabag Ops mengatakan, setiap melakukan aksi atau kegiatan berupa keramaian, harus memberitahukan kepada pihak Kepolisian, agar nantinya akan hadir petugas baik dari Polda, Polresta maupun Polsek atau Koramil yang akan memberikan rasa aman kepada pihak yang melakukan atau membuat kegiatan.

Juru bicara aliansi GATA-NKRI Heri Safrijal, SP saat melakukan orasi di bundaran simpang lima Banda Aceh mengatakan kehadiran Gerakan Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Aceh, dinilai dapat memprovokasi pikiran-pikiran elemen sipil di Aceh. Berbagai macam narasi isu yang dibangun oleh ‘KAMI’ yang cenderung mendeskriditkan segala aspek pengelolaan Negara dibawah kepemimpinan Jokowi – Ma’ruf Amin, berpotensi mengancam keberlangsungan Perdamaian Aceh.

Heri mengatakan, 30 tahun lebih masyarakat Aceh menderita dalam pusaran konflik bersaudara seperti perang DI/TII, Cumbok dan terakhir konflik RI-GAM yang telah banyak menelan korban.

“15 Tahun usia perdamaian Aceh sejak ditandatanganinya MoU Helsinky, hendaknya tidak dirusak oleh segelintir tokoh tokoh elit kepentingan di Jakarta yang tergabung dalam gerakan KAMI dibawah kendali mantan panglima TNI Jend (Purn) Gatot Nurmantyo”, Imbuh Heri.

Dengan demikian, Aliansi Gerakan Masyarakat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (GATA-NKRI) dengan ini menuntut, menolak keras kehadiran KAMI di Aceh”, terang Heri.

Dalam orasi tersebut, ada beberapa tuntutan yang di sampaikan, diantaranya menuntut kepada pihak keamanan terutama kepada Polda Aceh dan TNI untuk memantau secara intensif pergerakan ‘KAMI, baik berupa mobilisasi massa maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah elemen masyarakat Aceh.

Kemudian lanjutnya, menolak keras kehadiran/deklarasi KAMI di Aceh karena berpotensi mengancam keberlangsungan perdamaian Aceh dan persatuan NKRI, menolak keras kehadiran/deklarasi ‘KAMI’ di Aceh karna dapat mengganggu stabilitas KAMTIBMAS yang sedang berlangsung sangat baik di Aceh.

GATA NKRI menolak keras kehadiran/deklarasi ‘KAMI’ di Aceh dengan alasan karena dapat mengganggu konsentrasi Pemerintah Pusat dalam menjalankan agenda pembangunan dan penanganan pandemi COVID-19, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk tidak terprovokasi dan ikut dengan ajakan propaganda ‘KAMI’ dan mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk lebih cermat dalam menanggapi isu yang beredar di Aceh dan mengajak Masyarakat Aceh untuk mendukung pemerintah pusat dalam upaya peningkatan kemandirian ekonomi yang berbasis kerakyatan.

Heri mengajak masyarakat Aceh untuk mendukung pemerintah pusat dalam memperkuat Pancasila sebagai ideologi Bangsa serta mengajak Masyarakat Aceh agar tetap produktif dan bersatu padu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. 

Share.

Leave A Reply