Kepala Dinas Pendidikan Audiensi Dengan Kapolresta Banda Aceh

Dr Saminan Ismail MPd dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh menggantikan Syaridin MPd terhitung hari Senin, (23/4/2018) silam melakukan audiensi dengan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK diruang kerjanya, Senin (18/1/2021).

Kapolresta mengatakan, dalam kegiatan proses belajar mengajar, tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan

“Sesuai dengan ketentuan tatap muka, harus dipersiapkan protokol kesehatan agar pencegahan penyebaran covid dilingkungan sekolah teratasi dengan baik” ujar Kombes Joko.

Berikan tugas malam agar selain setiap hari belajar, malam hari juga belajar dimana saat ini kita nelihat pentingnya Games dibandingkan belajar, kata Kapolresta.

Sementara itu, Dr Saminan Ismail MPd, mengajak Unsur Forkopimda Banda Aceh termasuk Kapolresta Banda Aceh untuk melakukan pengecekan protokol kesehatan ke sekolah – sekolah.

Kemudian, jadwal pembelajaran sekolah saat ini dibagi dua hari per kelas, dimana untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran covid 19 di lingkungan sekolah, kata Kadisdik.

“Syarat yang harus dilakukan oleh pihak sekolah, agar menyiapkan apa kebutuhan selama proses belajar mengajar teutama alat untuk pencegahan covid,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Gerakan Masker (Gemas) yang dicanangkan oleh Gubernur Aceh, saat ini sudah diterima dengan baik oleh kalangan pendidikan dan program pemerintah ini patut kita dukung agak terlaksana dengan baik, tambahnya lagi.

Kemungkinan, dengan adanya penggunaan masker, maka akan terbatas masuknya debu kerongga dalam tubuh manusia, dan sekarang ini sudah ada program Bekali “Belajar di Kantor Polisi” dan disini Kepolisian punya peranan penting dalam melindungi anak – anak sekolah dan mengajari anak – anak teutama tugas pokok kepolisian, sebut Saminan.

Kedepan, ada MoU antara Dinas Pendidikan dengan Kepolisian dimana nantinya setiap kepolisian berhak melindungi para pelajar dan ini akan meningkatkan akreditasi lembaga tersebut, tutur Saminan.

Kemudian kata Saminan, Antisipasi penyebaran narkotika dilingkungan sekolah harus diperketat, maka kita harus memberikan perhatian khusus kepada anak – anak kita disamping petugas khusus yang telah ditunjuk.

Kedepan kami akan melakukan pertemuan dengan Pembina Sekolah Bhayangkari untuk pembelajaran wajib bahasa inggris, dimana nantinya akan banyak siswa yang mendaftar di sekolah tersebut, Pungkas Saminan lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *