Kawal Keamanan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid, Ratusan Polisi Polresta Banda Aceh Diterjunkan

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/ tahun 2021 masehi.

Sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, atau akrab disapa Gus Yaqut bahwa melalui surat edaran panduan tersebut, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang pengendalian penyebaran Covid-19 di bulan Ramadhan, mudik dan Idul Fitri 1442 H.

Maka dari itu, sejumlah wilayah mulai memperketat keamanan juga menjaga agar protokol kesehatan selama Bulan Suci Ramadhan tetap diterapkan dengan disiplin.

Sehubungan dengan itu, Polresta Banda Aceh, telah siagakan sekitar ratusan personil sebagai Polisi Ramadhan, baik dari Polresta Banda Aceh maupun dari Polsek jajaran.

Polisi Ramadhan ini nantinya yang akan bertugas menjaga keamanan ibadah di masjid, serta protokol kesehatan (prokes) selama bulan Ramadhan 2021.

Hal ini disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK, Senin (12/4/2021) diruang kerjannya.

Joko mengatakan bahwa Polisi Ramadhan siap berkoordinasi dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), dan marbot masjid dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan protokol kesehatan.

“Pada pandemi Covid-19 saat ini, dimensi kesehatan masih yang utama. Personil Polisi turut membantu mengawasi penerapan protokol kesehatan pada ibadah sholat tarawih di masjidmasjid di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Joko Krisdiyanto.

Karena menurut Joko, hal ini berdasarkan Instruksi dari Menteri Agama, pada bulan Ramadhan tahun 2021, yakni diizinkan menjalankan shalat tarawih di masjid, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami membantu mengawasi penerapan protokol kesehatan. Personil Polisi akan berkoordinasi dengan BKM dan marbot masjid,” kata Kapolresta lagi.

 “Pengawasan protokol kesehatan, agar para jemaah tetap menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak,” tutur Joko Krisdiyanto.

Sehingga melalui adanya Polisi Ramadhan ini, Joko Krisdiyanto mengatakan bahwa Polresta Banda Aceh juga berusaha menghindari adanya kerumunan sebelum dan setelah shalat tarawih.
Tentunya hal ini diterapkan sebagai upaya untuk menjaga, kemungkinan munculnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih dimana pandemi Covid-19.

Berdasarkan isi dalam surat edaran panduan tersebut, salah satunya menyebut bahwa dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, namun harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *