Pentingnya TOR dan RAB, Kabag Perencanaan Polresta Banda Aceh Sampaikan Sosialisasi Kepada Para Personel

0

Bagian Perencanaan Polresta Banda Aceh menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan TOR / RAB kepada Operator Subsatker pengguna Dipa jajaran Polresta Banda Aceh di Aula Machdum Sakti Polresta Banda Aceh, Rabu (26/8/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kabagren Kompol Muhayat Effendie, SH,MH mengatakan Pelatihan Penyusunan TOR / RAB kepada Operator Subsatker pengguna Dipa agar lebih mengerti tata cara pertanggung jawabanbnya.

“Maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut adalah sebagai gambaran bagi para pengguna anggaran (Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran) dalam rangka membuat kerangka acuan kerja berupa rencana kegiatan harian, mingguan, bulanan dan tahunan serta laporan pertanggung jawaban keuangan, agar anggaran yang sudah di alokasikan dapat diserap sesuai beban kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi sehingga penggunaannya dapat dipertanggung jawabkan kepada Negara,” sebut Kabagren.

Kabagren mengatakan, kegiatan ini mendasari dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 208/PMK.02/2019 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran.

”TOR itu berguna untuk menjamin efisiensi, efektifitas, kelancaran dan keseragaman tata urut dan materi kegiatan serta menentukan thema, merumuskan masalah kemudian mencari jawaban atas permasalan melalui Kegiatan yang dilaksanakan. TOR merupakan gambaran umum dan penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga,” sambungnya.

Sementara itu, TOR juga sebagai alat bagi pimpinan untuk melakukan pengendalian kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya, dan juga alat bagi para perencana anggaran untuk menilai urgensi pelaksanaan kegiatan tersebut dari sudut pandang keterkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi, tambah Kabagren.

”Selain yang disebutkan diatas, TOR juga sebagai alat bagi pihak-pihak pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan realisasi kegiatan dan sebagai informasi bagaimana output kegiatan dilaksanakan/didukung oleh komponen input, serta apa saja input (tahapan-tahapan) yang dibutuhkan dan bagaimana pelaksanaannya untuk mencapai output,” katanya.

Untuk melengkapi Term of Reference (TOR) atau Kerangka Acuan Kegiatan  membutuhkan Rincian Anggaran Biaya (RAB)  karena berisi rincian komponen-komponen masukan (input) dari sebuah kegiatan serta besaran biaya dari masingmasing komponen. RAB merupakan penjabaran lebih lanjut dari unsur perkiraan biaya (how much) dalam TOR. Kemudian data pendukung lainnya yang mendukung TOR dan RAB, dapat berupa keterangan mengenai spesifikasi barang berikut harganya, analisis biaya satuan, Gambar, dan sebagainya yang dapat dipertanggungjawabkan, tuturnya lagi.

“RAB sendiri berfungsi sebagai alat untuk memberikan informasi rincian perkiraan komponen biaya yang dibutuhkan dalam TOR dan alat bantu untuk mengidentifikasi komponen biaya utama dan pendukung suatu output dalam TOR serta alat untuk menghitung total biaya yang diperlukan atas suatu output dalamTOR” pungkasnya.

Share.

Leave A Reply