Kapolsek Jaya Baru Istiqamah Mengadakan Pengajian

0

Pengajian rutin mingguan Majelis Taklim di Polsek Kecamatan Jaya Baru kembali dilaksanakan pada Kamis (16/7/2020) pagi di halaman polsek.

Pengajian rutin tersebut dipandu oleh Tgk Rusli Daud Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh desa Lamjamee Jaya Baru Banda Aceh.

Pada pertemuan pertama dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru, waled membacakan kitab Fathul Mu’in jilid satu tentang kewajiban orang tua terhadap anaknya.

“Sangat urgen bagi orang tua untuk mengawal anaknya, seiring dengan perkembangan waktu, kondisipun berubah, kemajuan tekhnologi di era millenial dapat mempengaruhi peradaban seorang anak. Sedikit saja lengah orang tua dalam mengontrol anaknya, maka dapat dipastikan, anak itu akan terjerumus ke dalam dunia pergaulan yang menakutkan,” jelas Tgk Rusli Daud kepada jama’ah.

Menurutnya, anak sebagai generasi untuk melanjutkan kehidupan dan agama Islam, begitu pentingnya menjaga pendidikan anak, Nabi Muhammad saw mengatakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:
مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين وإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها

“Perintahkanlah anak-anak untuk shalat apabila sudah sampai usia tujuh tahun dan apabila sudah sampai usia sepuluh tahun maka pukulkanlah dia jika meninggalkannya.”

“Selaku orang tua kita wajib memerintahkan anak kita untuk melakukan shalat dan belajar tentang cara melaksanakan shalat, mulai dari syarat-syarat, rukun dan hal membatalkan shalat.

Banyak orang tua kadang hanya memerintahkan melakukan shalat tapi tidak pernah mengajarkan anaknya tentang shalat dan tidak membawa anaknya ke pesantren atau balai pengajian,” sambung yang sering disapa dengan sebutan Waled.

Terkadang jelasnya lagi, anak hanya belajar tentang ilmu dunia saja tetapi sangat disayangkan tidak pandai membaca Al-Quran. Semua tanggung jawab pendidikan anak adalah dipundakkan kepada orang tua laki laki. Hal yang pertama sekali harus diajarkan kepada anak yaitu tentang kisah seperti Nabi Muhammad ibnAbdullah, dilahirkan di Makkah, menerima wahyu juga di Makkah.

Wafat di Madinah, dimakamkan juga di Kota Madinah, dan seterusnya.
Pengajian selalu diaktifkan dengan diskusi, “Bagaimana yang dimaksud dengan ma’rifah Allah SWT, tolong waled jelaskan,” tanya Waka Polsek IPTU M Zein, salah satu jamaah yang paling aktif di pengajian tersebut.

Kemudian Waled Ruslipun menjawab pertanyaan tersebut dengan serius dan membuat jamaah sangat antusias mendengar penjelasan tersebut.

Menurut waled pengajian tersebut atas arahan Kapolsek Jaya Baru yaitu Ibu AKP Dewi Maulidar S. Sos, M. Si.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Jaya Baru mengatakan, pegajian rutin ini tidak boleh berhenti.

“Selama saya menjabat disini, pengajian ini tidak boleh berhenti,” tegas Dewi Maulidar.

Kemudian, dalam pengajian kita tentunya mengikuti protokol kesehatan, apalagi saat ini kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru yang dulunya kita sebut New Normal, sambungnya.

Menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu menjaga kebersihan merupakan salah satu cerminan kita untuk khusuk dalam beribadah. Hal ini sudah kita aplikasikan dilapangan, tuturnya.

Kapolsek mengajak, kedepan apabila ada jamaah dari Polsek lainnya yang ingin menambah ilmu agama, silahkan saja, apalagi ilmu agama itu sangat perlu bagi kita sendiri, keluarga maupun orang lain dan juga dapat di aplikasi di wilayah masing – masing.

Share.

Leave A Reply